“Soal anjuran pemakaian moda transportasi umum bagi Pejabat, sekali dalam seminggu, harus disikapi dengan positif. Ini merupakan wacana yang harus disikapi dengan positif,”ujar Fuadi Luthfi di ruang kerjanya, di Gedung DPRD DKJ, kepada PKBTak24, Kamis (5/2/2025).
PKBJakartaID | Jakarta, 6 Februasi 2025 ~ Anggota Komisi A DPRD Daerah Khusus Jakarta (DKJ), M. Fuadi Luthfi angkat bicara terkait anjuran agar para pejabat bersedia naik moda transportasi umum, setidaknya sekali dalam seminggu.
“Soal anjuran pemakaian moda transportasi umum bagi Pejabat, sekali dalam seminggu, harus disikapi dengan positif. Ini merupakan wacana yang harus disikapi dengan positif,”ujar Fuadi Luthfi di ruang kerjanya, di Gedung DPRD DKJ, kepada PKBJakartaID, Kamis (5/2/2025).
Seperti diketahui, sebelumnya Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Tory Damantoro mendorong agar pejabat publik ikut serta merasakan transportasi umum.
Jika biasanya para pejabat selalu mendapat fasilitas, mulai dari mobil mewah hingga patroli pengawalan untuk membelah kemacetan, tidak ada salahnya jika mereka bersedia memberi contoh dengan menggunakan transportasi publik.
Filosofinya, ujar Tory, hidup di kota itu adalah hidup bersama, karena orangnya banyak, sehingga jika semua minta diprioritaskan, maka akan terjadi kecemburuan sosial. Karena itu, ujatnya semestinya, “Para peejabat negara membiasakan menggunakan angkutan umum, minimal sekali seminggu. Dengan bercampur dengan masyarakat umum akan mengetahui kondisi sebenarnya kehidupan masyarakat,” kata dia.
Perlu perbaikan fasilitas transportasi umum
Menanggapi hal tersebut, M. Fuadi Luthfi, yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD DKJ, mengatakan, jika yang lebih penting untuk Jakarta agar fasilitas transportasi umum diperbaiki dahulu, selaras dengan itu, pemanfaatannya harus dimaksimalkan, sehingga masyarakat semakin tertarik dan nyaman menggunakan transportasi umum.
“Tentu ini harus selaras dengan pembangunan infrastruktur jalan dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan untuk membatasi dari mobilisiasi transportasi yang ada di Jakarta. Termasuk adalah pengalihan dari masyarakat, yang biasa menggunakan mobil probadi, motor pribadi, mau beralih ke moda transportasi umum,”kata Fuadi.
Menurut Fuadi, jika pelayananna moda transportasi umum di Jakarta semakin baik, terintegrasi dengan baik di setiap daerah dan tujuan, ia percaya lambat laun masyarakat akan mulai bersedia membiasakan diri menggunakan transportasi umum untuk mobilitas hariannya.
“Nah, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) ke depan, bahwa masalah utama kita terkait dengan kemacetan harus menjadi prioritas kinerja ekskuitif, mulai dari gubernur, hingga jajaran SKPD terkait,”tutup Fuadi Luthfi.
Leave a Comment