“Dengan segala hormat, kami meminta izin kepada kepala sekolah agar beberapa ruang kelas dapat digunakan sebagai tempat pengungsian bagi warga di RT 05/05 Pejaten Timur,” ujar Yusuf.
PKBJakartaID | Jakarta, 4 Februari 2025 – Anggota Komisi E DPRD Daerah Khusus Jakarta dari FPKB, dari daerah pemilihan Jakarta Selatan, Yusuf, S.I.Kom, mengambil inisiatif untuk menjadikan ruang kelas SDN 22 Pejaten Timur sebagai tempat pengungsian bagi korban banjir. Inisiatif ini disampaikannya langsung saat meninjau warga terdampak banjir akibat luapan Sungai Ciliwung di RT 05 RW 05, Pejaten Timur, pada Senin pagi (3/3).
“Dengan segala hormat, kami meminta izin kepada kepala sekolah agar beberapa ruang kelas dapat digunakan sebagai tempat pengungsian bagi warga di RT 05/05 Pejaten Timur,” ujar Yusuf.
Menurutnya, langkah ini sangat penting mengingat banyak rumah warga yang tidak bisa ditempati akibat banjir. “Situasi ini darurat, kita harus bertindak cepat agar warga tidak terlalu lama berada di area banjir,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yusuf juga mengapresiasi kekompakan jajaran RT dan RW dalam membantu para korban. “Di saat seperti ini, kebersamaan sangat dibutuhkan. Musibah seperti ini datang tanpa diduga, sehingga kita harus saling membantu,” tutur Sekretaris Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta itu.
Warga Minta Pemda Percepat Normalisasi Sungai Ciliwung
Setelah meninjau lokasi, Yusuf menerima banyak masukan dan kritik dari warga terkait lambatnya upaya normalisasi Sungai Ciliwung oleh pemerintah daerah. Ketua RW 05, Abdurahman, berharap agar program ini segera direalisasikan agar banjir kiriman tidak terus berulang.
“Kami berharap ini jadi banjir terakhir. Normalisasi Sungai Ciliwung harus segera dilanjutkan,” ujar Abdurahman.
Menanggapi hal tersebut, Yusuf berjanji akan memperjuangkan aspirasi warga di DPRD DKI Jakarta. “Masukan warga sangat penting. Sudah hampir tujuh tahun normalisasi dinantikan, tetapi hingga kini belum sepenuhnya terlaksana,” katanya.
Legislator PKB Desak Pemda Percepat Penanganan Banjir
Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Ciliwung masih merendam 52 RT hingga Senin (3/3). Yusuf menegaskan bahwa Pemda DKI Jakarta harus segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi situasi ini, terutama karena masyarakat saat ini sedang menjalankan ibadah puasa.
“Baru dua hari puasa, warga sudah tertimpa musibah. Kami meminta Pemda melalui BPBD untuk segera bertindak cepat dan menyelesaikan masalah ini,” desaknya.
Yusuf juga meminta BPBD DKI Jakarta untuk segera mengerahkan personel guna memantau kondisi genangan di setiap wilayah serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) guna melakukan penyedotan air.
“Semua pihak harus bersinergi. Selain itu, kebutuhan dasar para korban juga harus segera dipenuhi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yusuf mengingatkan bahwa keterlambatan dalam menangani banjir bisa berdampak pada kesehatan masyarakat. “Yang kami khawatirkan adalah dampak kesehatan bagi korban banjir jika masalah ini tidak segera ditangani,” ujarnya.
Sebagai legislator yang telah dua periode duduk di DPRD DKI Jakarta, Yusuf mengaku memiliki pengalaman dalam menghadapi bencana banjir. Namun, menurutnya, banjir kali ini berbeda karena terjadi secara tiba-tiba meskipun tidak ada hujan.
“Banyak warga yang tidak siap karena banjir ini datang tanpa hujan. Ini yang membuat situasi semakin sulit,” pungkasnya. (AKH)
Leave a Comment