“Alhamdulillah, Bisa Periksa Gratis”: Cerita Haru Warga di Pengobatan Gratis PKB Jakarta di Awal Ramadan

Kegiatan bakti sosial ini digelar oleh DPW Partai Kebangkitan Bangsa DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Amazing New Beginning (YANB), Minggu (22/2/2026). FOTO | Dok. PKBJakarta.Id

Cerita haru warga dalam pengobatan gratis PKB DKI Jakarta di Kemayoran jelang Ramadan 1447 H. Ratusan warga antusias, merasa terbantu dan diperhatikan.

PKBJakartaID | Jakarta ~ Sore itu, Minggu (22/2/2026), suasana di BTUL Café, Kemayoran, Jakarta, berbeda dari biasanya. Bukan sekadar tempat nongkrong, lokasi tersebut berubah menjadi titik harapan bagi ratusan warga yang datang untuk mendapatkan layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis.

Sejak pukul 15.00 WIB, antrean sudah terlihat rapi. Di barisan depan, Siti Aminah (47 – bukan nama sebenarnya), warga Kemayoran, berada terlihat gugup sambil sesekali mengusap tangannya yang terasa pegal.

“Sudah beberapa hari badan rasanya nggak enak, tapi belum sempat periksa. Alhamdulillah ada pengobatan gratis ini. Lumayan banget buat kami,” ujarnya dengan mata berbinar.

Kegiatan bakti sosial ini digelar oleh DPW Partai Kebangkitan Bangsa DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Amazing New Beginning (YANB) dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Harapan Sederhana Menjelang Ramadan

Menyambut bulan suci Ramadan, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat. Banyak warga memilih menunda pemeriksaan kesehatan karena mempertimbangkan biaya.

Ridwan (32), seorang ojek online yang ikut mengantre, mengaku baru kali ini mengikuti pengobatan gratis dari partai politik.

“Kalau sakit ringan biasanya beli obat warung saja. Tapi kadang kita nggak tahu penyakitnya apa. Di sini bisa konsultasi langsung, jadi lebih tenang. Semoga sering-sering ada begini,” katanya.

Di sudut ruangan, seorang ibu muda terlihat mendampingi anaknya yang diperiksa tekanan darahnya. Senyum lega terpancar ketika hasilnya dinyatakan normal.

Kisah-kisah seperti inilah yang membuat kegiatan sosial tersebut terasa lebih dari sekadar agenda seremonial.

Wakil Ketua DPW PKB Jakarta, Dedy ( Kedua dari kanan atas), bersama petugas medis dari YANB. FOTO | Dok. PKNJakarta.ID

PKB: Harus Hadir di Tengah Warga

Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta yang juga Ketua DPC PKB Kepulauan Seribu, Dedy, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Di momen menyambut Ramadan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan. Kesehatan itu kebutuhan dasar. Kalau warga sehat, ibadah pun bisa lebih khusyuk,” ujarnya.

Menurut Dedy, kader PKB harus hadir bukan hanya saat momentum politik, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan nyata.

“Melalui legislator kami di DPRD DKI Jakarta, kami terus menyuarakan isu kesehatan, pendidikan seperti KJP Plus, sampai persoalan jalan rusak dan berlubang. Tapi kerja sosial seperti ini juga penting, supaya masyarakat merasakan kehadiran kami secara langsung,” katanya.

Kegiatan ini juga bertepatan dengan satu tahun berdirinya BTUL Café yang dikelolanya. Alih-alih menggelar perayaan formal, ia memilih mengisinya dengan aksi sosial.

“Momentum satu tahun kami jadikan ajang berbagi. PKB harus bekerja nyata, bukan hanya bicara,” tegasnya.

Pesan Kepedulian dari Ketua DPW

Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas, yang turut hadir bersama Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW PKB Jakarta, H. Mohammd Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian dari komitmen partai untuk responsif terhadap kebutuhan warga.

“PKB tidak boleh diam. Kita harus menangkap aspirasi dan menghadirkan program konkret yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Hari ini kita melihat sendiri bagaimana warga antusias,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat dilakukan secara rutin, tidak hanya menjelang Ramadan.

Kolaborasi untuk Kesehatan Warga

Perwakilan YANB, Sriwati Jenette, atas nama pimpinan yayasan dr. Karl H. Silaen, SPM, MARS, menjelaskan bahwa layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan konsultasi medis.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian sosial. Kolaborasi antara organisasi sosial, partai politik, dan pelaku usaha bisa menjadi langkah nyata memperluas akses kesehatan,” ujarnya.

Selama dua setengah jam, ratusan warga silih berganti menjalani pemeriksaan. Sebagian pulang membawa obat, sebagian membawa saran medis, dan sebagian lagi membawa rasa tenang.

Bagi Siti Aminah, sore itu sederhana tapi berarti.

“Nggak cuma dapat obat, tapi merasa diperhatikan. Mudah-mudahan Ramadan nanti bisa lebih sehat,” katanya sebelum melangkah pulang.

Di tengah hiruk pikuk Jakarta, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa politik tidak selalu tentang panggung besar. Kadang, ia hadir dalam antrean sederhana—di mana warga menunggu, berharap, dan akhirnya pulang dengan senyum lega. (AKH)

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment