Perempuan Bangsa Jakarta membagikan lebih dari 600 takjil gratis untuk nelayan, driver ojol, dan pekerja di Muara Angke. Aksi sosial ini jadi simbol kolaborasi dan kepedulian di Ramadhan 1447 H.
PKBJakartaID | Jakarta Utara – Menjelang azan Magrib berkumandang di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, ratusan paket takjil berpindah tangan dengan cepat. Senyum para nelayan, driver ojol, sopir angkot, hingga pekerja pelabuhan menjadi pemandangan yang hangat di tepi laut, Jumat (27/2/2026).
Aksi sosial ini digagas oleh Perempuan Bangsa, yang menyalurkan lebih dari 600 paket takjil gratis sebagai bagian dari program Ramadhan 1447 H.
Bagi organisasi perempuan yang selama ini dikenal aktif dalam isu sosial dan pemberdayaan, kegiatan berbagi bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah tentang menghadirkan kehadiran nyata di tengah masyarakat akar rumput—mereka yang bekerja keras sejak pagi dan sering kali berbuka di jalan.
Ketua DPW Perempuan Bangsa Jakarta, Puti Hasni, menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum kolaborasi dan penguatan empati sosial.
“Momentum Bulan Suci Ramadhan ini adalah langkah kolaborasi untuk turun langsung ke lapangan, berkomunikasi dan berbagi bersama masyarakat. Kita ingin keberadaan Perempuan Bangsa benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Puti.
Menurutnya, pembagian takjil bukan hanya tentang makanan pembuka puasa, tetapi simbol kepedulian dan kehadiran organisasi di tengah denyut ekonomi rakyat kecil.
Hal senada disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKB, Tri Waluyo, yang turut turun langsung membagikan takjil bersama para relawan.
“Ini langkah nyata untuk saling berbagi di Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kami berharap Perempuan Bangsa Jakarta menjadi pelopor dan penggerak terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” kata Tri.
Tri juga mengapresiasi semangat kolaborasi yang dibangun dalam aksi sosial ini. Menurutnya, kerja-kerja politik dan kerja sosial harus berjalan beriringan, terutama di bulan penuh keberkahan.
Menyentuh Komunitas Pekerja Pesisir
Pemilihan Muara Angke bukan tanpa alasan. Kawasan ini dikenal sebagai sentra aktivitas nelayan dan pelabuhan ikan terbesar di Jakarta Utara. Setiap hari, ribuan pekerja menggantungkan hidupnya di kawasan ini—banyak di antaranya harus tetap bekerja hingga menjelang waktu berbuka.
Program pembagian takjil akan dilaksanakan secara berkala selama bulan Ramadhan, dengan target penerima manfaat dari berbagai kelompok pekerja informal di Jakarta.
Di tengah tantangan ekonomi dan tekanan biaya hidup perkotaan, aksi-aksi sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial tetap hidup.
Ramadhan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat kohesi sosial—menguatkan yang lemah, dan mendekatkan yang jauh.
Dengan pendekatan langsung ke masyarakat, Perempuan Bangsa ingin memastikan bahwa semangat berbagi bukan sekadar slogan, melainkan gerakan yang nyata dan konsisten. (AKH)







Leave a Comment