PKB Jakarta Deklarasikan Diri sebagai Rumah Politik Anak Muda

DPW PKB DKI Jakarta periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. FOTO | Dok. PKBJakartaID

“PKB Jakarta ingin menjadi rumah politik anak muda. Bukan sekadar tempat numpang nama, tapi ruang aktualisasi, ruang gagasan, dan ruang pengabdian. Kita sadar betul, peta pemilih Jakarta sudah berubah. Hampir 80 persen pemilih ke depan adalah anak muda,” tegas Hasbiallah.

PKBJakartaID | Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jakarta resmi mendeklarasikan diri sebagai rumah politik anak muda Jakarta. Momentum ini ditandai dengan pengukuhan kepengurusan DPW PKB DKI Jakarta periode 2026–2031 yang didominasi generasi muda—sebuah langkah strategis menjemput perubahan peta pemilih ibu kota yang kian dikuasai anak muda menjelang kontestasi politik 2029.

Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas menegaskan, transformasi ini bukan sekadar pergantian struktur, melainkan perubahan cara berpikir dan bekerja partai. PKB Jakarta, kata dia, ingin menjadi ruang tumbuh, ruang belajar, sekaligus ruang berjuang bagi anak muda yang ingin terlibat aktif dalam politik yang relevan dengan realitas perkotaan.

Hasbiallah menegaskan, keputusan menjadikan PKB Jakarta sebagai rumah politik anak muda lahir dari pembacaan serius terhadap perubahan demografi pemilih di ibu kota. Ia menyebut, mayoritas pemilih Jakarta ke depan berasal dari generasi muda yang memiliki karakter, aspirasi, dan cara berpolitik yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

“PKB Jakarta ingin menjadi rumah politik anak muda. Bukan sekadar tempat numpang nama, tapi ruang aktualisasi, ruang gagasan, dan ruang pengabdian. Kita sadar betul, peta pemilih Jakarta sudah berubah. Hampir 80 persen pemilih ke depan adalah anak muda,” tegas Hasbiallah.

Menurutnya, jika partai gagal beradaptasi, maka akan tertinggal oleh zaman. Karena itu, PKB Jakarta memilih membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak muda untuk terlibat langsung, bukan hanya sebagai relawan elektoral, tetapi juga sebagai pengambil keputusan dalam struktur partai.

“Anak muda tidak cukup hanya diajak datang saat kampanye. Mereka harus ada di dalam struktur, ikut merumuskan program, mengelola media sosial, dan terjun langsung ke masyarakat. Di situlah PKB Jakarta ingin hadir sebagai rumah bersama,” ujarnya.

Hasbiallah juga menekankan bahwa pergeseran demografi ini menuntut perubahan gaya politik. Anak muda, kata dia, lebih rasional, kritis, dan menuntut kerja nyata ketimbang sekadar retorika.

“Pemilih muda itu tidak bisa didekati dengan cara lama. Mereka melihat kerja, konsistensi, dan keberpihakan yang jelas. Karena itu, kami mendorong pengurus muda untuk tampil di depan, sementara kami yang senior mendampingi dan memastikan nilai-nilai perjuangan PKB tetap terjaga,” kata Hasbiallah.

Dengan pendekatan tersebut, PKB Jakarta berharap mampu menjembatani tradisi dan inovasi—memadukan pengalaman kader senior dengan energi dan kreativitas generasi muda—sekaligus memperkuat posisi partai dalam menyongsong kontestasi politik 2029.

Susunan Pengurus DPW PKB DKI Jakarta 2026–2031:

Bendahara Dewan Tanfidz: Hengki Wijaya(AKH)

Ketua Dewan Syuro: Sanwani

Sekretaris Dewan Syuro: K. Shodiq Nur

Ketua Dewan Tanfidz: Hasbiallah Ilyas

Sekretaris Dewan Tanfidz: Mohammad Fauzi

Dengan menjadikan diri sebagai rumah politik anak muda, PKB Jakarta sedang mengirimkan pesan jelas: politik ibu kota tak bisa lagi dikelola dengan cara lama. Regenerasi bukan pilihan, melainkan keharusan.

Di tengah peta pemilih yang kian didominasi generasi muda, PKB Jakarta bertaruh pada energi baru, gagasan segar, dan keberanian berubah. Jalan menuju 2029 pun dipancang dari sekarang—bukan dengan janji, melainkan dengan kerja nyata dan keterlibatan anak muda sebagai subjek, bukan sekadar objek politik. (AKH)

Bagikan:

Tags

Related Post

Leave a Comment