Setelah Padam, Titik Api Muncul Lagi di Tambora

Photo by Pexels

Bara yang tersembunyi di bawah reruntuhan membuat petugas pemadam harus kembali membongkar material bangunan demi mencegah api menyala lebih besar.

PKBJakartaID | Jakarta — Asap tipis kembali membumbung di antara puing-puing rumah yang hangus terbakar di kawasan padat penduduk Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat, Jumat pagi, 29 Mei 2026. Setelah api utama dinyatakan padam pada malam sebelumnya, petugas pemadam kebakaran kembali diterjunkan ke lokasi untuk menangani sejumlah titik api yang muncul dari bawah reruntuhan bangunan.

Pantauan di lokasi menunjukkan petugas berjibaku membongkar material bangunan yang masih menumpuk di beberapa titik. Bara api yang tertahan di bawah puing kayu, seng, dan sisa perabot rumah tangga diduga menjadi penyebab munculnya kembali kepulan asap di area kebakaran.

Petugas Satgas Damkar Kelurahan Krendang, Seman Riyadi, mengatakan proses pemadaman lanjutan dilakukan agar api tidak kembali membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Menurut dia, bara api kerap tersembunyi di sela material bangunan yang runtuh sehingga perlu penanganan lebih detail.

“Biasanya karena ketimbun material bangunan. Jadi harus dikorek dan diurai dulu supaya bara di bawahnya bisa benar-benar dipadamkan,” kata Seman di lokasi kejadian.

Petugas terlihat menggunakan alat pembongkar sederhana untuk mengangkat sisa kayu dan material yang masih mengeluarkan asap. Beberapa warga juga tampak menyaksikan proses tersebut dari jarak aman sambil membersihkan sisa barang yang masih bisa diselamatkan.

Meski sempat muncul kembali, petugas memastikan kondisi kebakaran kini dalam status terkendali. Pendinginan masih terus dilakukan guna mengantisipasi adanya titik panas lain yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Ini sudah tidak membahayakan warga sekitar, tapi kami tetap siaga sampai benar-benar aman,” ujar Seman.

Kebakaran besar yang terjadi pada Kamis malam itu menghanguskan sedikitnya 27 rumah warga di permukiman padat Tambora. Kobaran api cepat meluas karena jarak antarbangunan yang sangat rapat serta banyaknya material mudah terbakar di dalam rumah.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat mengerahkan puluhan personel serta 21 unit mobil pemadam untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam hingga api berhasil dilokalisasi pada malam hari.

Selain kerusakan bangunan, kebakaran tersebut juga berdampak pada ratusan warga. Data sementara mencatat sedikitnya 115 kepala keluarga dengan total sekitar 250 jiwa terdampak akibat peristiwa itu. Sebagian warga kini terpaksa mengungsi sementara sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah setempat.

Di tengah sisa asap dan reruntuhan, aktivitas warga perlahan mulai kembali bergerak. Beberapa warga membersihkan puing rumah mereka, sementara petugas terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang tersisa.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan kerentanan kawasan permukiman padat terhadap kebakaran besar. Selain akses jalan yang sempit, kondisi bangunan yang berdempetan membuat api mudah menyebar hanya dalam hitungan menit.

Hingga Jumat siang, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

*Achi Hartoyo

Bagikan:

Tags

Related Post

Leave a Comment