Sekolah Negeri Penuh, Sekolah Swasta Gratis Jadi Alternatif Warga Jakarta

Photo by Pexels

Di media sosial dan grup percakapan orang tua murid, daftar sekolah swasta gratis mulai banyak diburu. Bagi sebagian warga Jakarta, program ini dianggap menjadi “jalan kedua” setelah gagal masuk sekolah negeri.

PKBJakartaID — Tahun ajaran baru selalu menghadirkan kecemasan yang sama bagi banyak orang tua di Jakarta: berebut kursi sekolah negeri. Ketika kuota sekolah negeri tak lagi mampu menampung seluruh calon siswa, pilihan keluarga berpenghasilan menengah ke bawah kerap mengerucut pada dua hal, memaksakan masuk sekolah swasta mahal atau menghentikan sementara pendidikan anak.

Situasi itu kini mulai berubah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas program sekolah swasta gratis sebagai alternatif bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 103 sekolah swasta ditetapkan masuk dalam program bantuan pendidikan gratis yang dibiayai Pemprov DKI.

Program ini menjadi jawaban atas persoalan klasik pendidikan Jakarta: jumlah lulusan SD dan SMP terus meningkat, sementara kapasitas sekolah negeri relatif terbatas. Di sejumlah wilayah padat penduduk, banyak siswa akhirnya tersingkir hanya karena kalah seleksi usia, zonasi, atau keterbatasan daya tampung.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyebut program tersebut diprioritaskan bagi wilayah yang belum memiliki sekolah negeri memadai. Pemerintah menanggung pembiayaan pendidikan agar siswa tetap dapat bersekolah tanpa dibebani uang pangkal maupun SPP.

Baca juga: Sekolah Gratis Mulai Diminati, FPKB DPRD DKI Ingatkan Jangan Ada Pungutan Terselubung

Daftar Sekolah Swasta Gratis Mulai Dicari Orang Tua

Di media sosial dan grup percakapan orang tua murid, daftar sekolah swasta gratis mulai banyak diburu. Bagi sebagian warga Jakarta, program ini dianggap menjadi “jalan kedua” setelah gagal masuk sekolah negeri.

Beberapa sekolah yang masuk program antara lain:

Jakarta Barat

  • SMP Muhammadiyah 32
  • SMP Al Hasanah
  • SMP Kembangan
  • SMA Lamaholot
  • SMAS Budi Murni 2
  • SMKS Citra Utama
  • SMKS Maarif Jakarta

Jakarta Pusat

  • SMP Triwibawa
  • SMP Trisula Perwari 2
  • SMP At-Taqwa
  • SMAS Taman Madya I Jakarta
  • SMKS Taman Siswa 2
  • SMK Katolik Saint Joseph

Jakarta Selatan

  • SMA Plus Khadijah Islamic School
  • SMKS PGRI 15 Jakarta
  • SMKS Cyber Media
  • SMK Jagakarsa

Jakarta Timur

  • SMP Yaspia
  • SMA Teladan 1 Jakarta
  • SMKS Cipta Karya Jakarta
  • SMKS Laboratorium Jakarta

Jakarta Utara

  • SMP Sejahtera
  • SMP Darul Maarif
  • SMAS Gita Kirti 2
  • SMAS Al Khairiyah Jakarta
  • SMKS Fajar Indah
  • SMKS Sari Putra

Daftar tersebut hanya sebagian dari total 103 sekolah yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Program mencakup jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB.

Meski begitu, pemerintah menegaskan tidak semua sekolah swasta otomatis gratis. Sekolah yang masuk program harus memenuhi sejumlah syarat, mulai dari akreditasi, izin operasional, hingga kesediaan mengikuti skema bantuan pendidikan dari Pemprov.

Di lapangan, antusiasme warga cukup tinggi. Banyak orang tua mulai mempertimbangkan sekolah swasta yang sebelumnya dianggap di luar jangkauan biaya keluarga. Namun muncul pula kekhawatiran soal potensi pungutan tambahan berkedok biaya kegiatan, seragam, atau uang pembangunan.

Karena itu, pengawasan menjadi hal penting agar program sekolah gratis benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai label “gratis” hanya berlaku di atas kertas, sementara orang tua tetap dibebani berbagai pembayaran lain.

Program sekolah swasta gratis pada akhirnya bukan sekadar kebijakan pendidikan, melainkan cermin bahwa Jakarta masih menghadapi ketimpangan akses sekolah negeri. Selama daya tampung negeri belum mampu mengakomodasi seluruh siswa, sekolah swasta akan tetap menjadi penyangga utama pendidikan ibu kota.

Dan bagi ribuan keluarga yang tahun ini gagal mendapatkan kursi sekolah negeri, keberadaan sekolah swasta gratis setidaknya memberi satu kepastian: anak mereka masih punya tempat untuk melanjutkan pendidikan.

*Achi Hartoyo

Bagikan:

Tags

Related Post

Leave a Comment