Sekolah Gratis Mulai Diminati, FPKB DPRD DKI Ingatkan Jangan Ada Pungutan Terselubung

Photo by Pexels

Di tengah tingginya biaya hidup di Jakarta, program sekolah gratis dinilai menjadi solusi nyata bagi keluarga berpenghasilan rendah dan menengah. Banyak orangtua mulai mencari alternatif sekolah berkualitas yang tetap terjangkau, terutama setelah biaya pendidikan swasta terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

PKBJakartaID  I Jakarta — Program Sekolah Swasta Gratis (SSG) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menunjukkan dampaknya terhadap akses pendidikan masyarakat. SMP Strada Pelita Pejompongan menjadi sekolah pertama di bawah naungan Perkumpulan Strada yang resmi bergabung dalam program tersebut pada Tahun Anggaran 2026. Melalui skema ini, siswa memperoleh layanan pendidikan tanpa biaya, mulai dari formulir pendaftaran, uang sumbangan pembangunan (USP), hingga sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

Kebijakan itu disambut positif oleh masyarakat, terutama kalangan orangtua yang selama ini menginginkan pendidikan berkualitas bagi anak, tetapi terkendala biaya. Antusiasme terlihat dari kuota Penerimaan Murid Baru (PMB) kelas VII sebanyak 36 siswa yang telah terpenuhi sejak awal Mei 2026. Bahkan sejumlah calon siswa kini masuk daftar tunggu karena keterbatasan kuota yang tersedia.

Sekolah Gratis Jadi Harapan Baru Warga Kota

Di tengah tingginya biaya hidup di Jakarta, program sekolah gratis dinilai menjadi solusi nyata bagi keluarga berpenghasilan rendah dan menengah. Banyak orangtua mulai mencari alternatif sekolah berkualitas yang tetap terjangkau, terutama setelah biaya pendidikan swasta terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Program SSG yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta tidak hanya menyasar siswa baru kelas VII, tetapi juga mencakup siswa kelas VIII dan IX pada tahun ajaran mendatang. Kebijakan ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan bermutu tanpa terbebani biaya administrasi maupun iuran bulanan sekolah.

Keikutsertaan SMP Strada Pelita Pejompongan dalam program tersebut juga dinilai membantu pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya di wilayah Jakarta Pusat. Pemerintah berharap skema ini dapat memperluas pemerataan pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di perkotaan.

Gratis, tetapi Mutu Pendidikan Tetap Dijaga

Meski berstatus sekolah gratis, SMP Strada Pelita Pejompongan menegaskan kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Sekolah menerapkan pendekatan mindful, meaningful, and joyful learning agar siswa dapat belajar secara aktif, mendalam, dan menyenangkan.

Selain penguatan akademik, sekolah juga menanamkan lima nilai dasar Strada, yakni pelayanan, kejujuran, disiplin, kepedulian, dan keunggulan. Pendidikan karakter menjadi bagian penting yang berjalan berdampingan dengan peningkatan prestasi siswa di berbagai bidang.

Pada tahun ajaran berjalan, siswa SMP Strada Pelita Pejompongan mencatat berbagai capaian akademik dan nonakademik tingkat nasional. Di antaranya Juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi, Juara 1 Olimpiade Siswa Indonesia bidang Bahasa Inggris tingkat nasional, hingga prestasi dalam lomba Semaphore Dance tingkat nasional.

DPRD Minta Pengawasan Ketat Program Sekolah Gratis

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, Muhammad Lefi atau yang akrab disapa Gus Lefi, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Sekolah Swasta Gratis agar tidak muncul pungutan tambahan di luar ketentuan resmi. Menurutnya, program tersebut harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa adanya beban biaya tersembunyi.

“Jangan sampai ada pungutan terselubung atau pembayaran lain yang memberatkan orangtua dengan alasan apa pun. Kalau namanya sekolah gratis, maka pelaksanaannya juga harus transparan dan benar-benar gratis,” kata Gus Lefi.

Ia menilai pengawasan perlu dilakukan secara berkala, termasuk dengan membuka kanal pengaduan bagi masyarakat apabila ditemukan praktik pungutan di sekolah penerima program. Menurut dia, keberhasilan sekolah gratis bukan hanya soal membuka akses pendidikan, tetapi juga memastikan tata kelolanya berjalan jujur, adil, dan tepat sasaran sehingga seluruh anak Jakarta memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Program Sekolah Swasta Gratis di Jakarta sendiri kini telah memasuki masa pendaftaran. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi karena kuota di sejumlah sekolah mulai cepat terpenuhi. Orangtua diimbau segera mencari informasi resmi dan mempersiapkan proses pendaftaran agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan akses pendidikan gratis yang berkualitas bagi anak-anak mereka.

*Achi Hartoyo

Bagikan:

Tags

Related Post

Leave a Comment