Banyak Kerja, Minim Komunikasi dan Publikasi: PKB Jakarta Gembleng Kader Kuasai Public Speaking

public speaking pkb jakarta
PKB Jakarta menggelar pelatihan public speaking untuk kader partai di Aula Kantor PKB Jakarta, Sabtu (23/5/2026) FOTO | Dok. PKBJakartaID

PKB Jakarta menggelar pelatihan public speaking untuk kader partai. Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas menilai masih banyak kerja dan program pro rakyat PKB yang belum terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat Jakarta.

PKBJakartaID | Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi dan dominasi media sosial, kerja politik tidak lagi cukup hanya dilakukan di ruang rapat, sidang dewan, atau program-program pelayanan masyarakat. Kerja nyata juga harus mampu dikomunikasikan dengan baik kepada publik. Inilah yang menjadi salah satu kegelisahan Hasbiallah Ilyas.

Menurutnya, masih banyak program perjuangan dan kerja politik PKB Jakarta maupun Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta yang belum sepenuhnya diketahui masyarakat. Padahal, berbagai program pro rakyat sudah diperjuangkan mulai dari sektor pendidikan, bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga perbaikan sarana wilayah.

Berangkat dari kondisi itu, DPW PKB DKI Jakarta menggelar pelatihan public speaking bagi kader dan pengurus partai di Aula Kantor DPW PKB Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

“Kerja politik hari ini bukan hanya soal bekerja, tapi juga bagaimana menyampaikan kerja-kerja itu dengan bahasa yang dipahami masyarakat,” ujar Hasbiallah dalam sambutannya.

Ia menegaskan, setiap kader PKB harus mampu menjadi komunikator politik yang dekat dengan rakyat. Bukan sekadar pandai berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan ideologi, gagasan, dan perjuangan partai dengan bahasa yang sederhana, jujur, dan membumi.

Menurut Hasbiallah, PKB Jakarta saat ini memiliki modal politik dan sosial yang semakin kuat. Dengan 10 anggota DPRD DKI Jakarta dan dua anggota DPR RI, PKB dinilai sudah ikut mewarnai berbagai kebijakan strategis yang berpihak kepada masyarakat Jakarta.

Namun di sisi lain, banyak capaian dan kontribusi tersebut belum terpublikasikan secara maksimal.

“Masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa PKB ikut mendorong program-program pro rakyat. Karena itu kader harus mampu menjadi penyambung lidah perjuangan partai di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, kader dibekali berbagai materi mulai dari teknik berbicara di depan umum, penguasaan gestur dan bahasa tubuh, hingga kemampuan membaca karakter audiens berdasarkan segmen sosial dan demografi.

Hasbiallah menekankan bahwa pola komunikasi kader PKB tidak boleh kaku dan elitis. Menurutnya, gaya komunikasi harus disesuaikan dengan karakter masyarakat yang dihadapi — baik anak muda, ibu-ibu majelis taklim, komunitas urban, hingga generasi Z kelas menengah.

“Jangan bicara sesuai maunya kita. Bicara lah sesuai bahasa dan pemahaman masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan sejumlah program yang selama ini turut diperjuangkan kader dan Fraksi PKB, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), KJP Plus, PKH, pelatihan vokasional untuk pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai usulan pembangunan sarana lingkungan dan fasilitas publik di Jakarta.

Menurutnya, seluruh kerja politik tersebut harus terus dikawal sekaligus dikomunikasikan secara aktif agar manfaatnya benar-benar dirasakan dan diketahui masyarakat luas.

“FPKB DPRD DKI Jakarta akan terus hadir dalam setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Pelatihan public speaking ini sekaligus menjadi bagian dari strategi PKB Jakarta membangun kader-kader komunikatif di era digital, ketika pertarungan gagasan tidak hanya berlangsung di parlemen, tetapi juga di ruang publik dan media sosial. (AKH)

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment